oleh

Soal Rumah Retak, Lurah : Sudah 2 Kali Rapat Belum Ada Titik Temu

Kota Bekasi – Terkait polemik warga Perumahan Prima Harapan Regency dengan pihak Summarecon Bekasi, Lurah Harapan Baru Angga Bani menjelaskan bahwa pihaknya sudah menjembatani untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Menurutnya, dalam hal ini Kelurahan Harapan Baru sudah memfasilitasi permasalahan RW 09 dengan Pihak Summarecon dengan mengundang rapat di Kantor Kelurahan.

“Langkah kita ialah sudah gelar rapat pertama dengan kita undang semua opd terkait,” ujar Angga saat ditemui diruangannya pada Selasa (08/10/19).

Dikatakan Lurah Angga, pihak Summarecon sudah menyepakati permintaan warga yang rumahnya terdampak oleh pembangunan Cluster Burgundy, Summarecon Bekasi.

“Mereka menyanggupi nilai-nilai yang objek rumah pajaknya itu berdampak, dengan variasi pergantian dengan jenis kerusakan,” katanya

Rapat kedua pun digelar setelah pada rapat pertama tidak menemui kesepatakan antara warga dengan management Summarecon. Kesepakatan tidak dapat menemui titik temu karena nominal yang dinilai tidak sepakat.

“Pada rapat kedua hadir lagi, dalam rapat itu juga kita bahas nominal, tapi terkadang dari summarecon ataupun warga sendiri ada nilai yang tidak disepakati, kita sebagai fasilitator sudah melaksanakan tugas kami,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa beberapa warga perumahan Prima Harapan Regensi terdampak pembangunan perumahan Burgundy Summarecon Bekasi belum mendapatkan ganti rugi atas bangunan yang diduga rusak akibat pembangunan tersebut.

Sejumlah ganti rugi yang ditawarkan oleh pihak Summarecon dinilai belum mencukupi untuk perbaikan rumah mereka, sehingga warga rw 09 yang belum puas, memasang spanduk penolakan pembangunan. (GL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed