oleh

Bayi Kembar Siam Asal Kota Bekasi Kembali Dapat Bantuan

Kota Bekasi – Bayi kembar pasangan Romi Darma Rachim (35) dan Ika Mutia Sari (30) lahir dalam kondisi dempet atau yang akrab disebut kembar siam.

Orang tua memberi nama bayi itu Ahmad Rahman Al Ayyubi dan Ahmad Rahim Al Ayyubi. Anak ketiga dan keempatnya ini lahir secara caesar di RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat, pada 24 September 2018.

Mereka pun tinggal di Kampung Setu, Jalan Bintara IV, Gang Pojok, RT 14 RW 09, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Sang ibu, Ika (30) mengungkapkan, bayi Rahman-Rahim mulai terdeteksi mengalami kembar siam saat dilakukan USG 4D saat usia kehamilan sudah memasuki sekitar 5-6 bulan.

“Pas USG biasa sekitar bulan ketiga kehamilan, baru terdeteksi kalau bayinya kembar. Pas USG 4D di usia kehamilan 5-6 bulan, baru ketahuan kalo kembar siam,” ungkap Ika kepada awak media dikediamannya, Kamis (08/08/19).

Disisi lain, sang Ayah, Romi (35) yang berprofesi sebagai sekuriti mengungkapkan, dibutuhkan dana sebesar Rp 1 Miliar untuk melakukan operasi pemisahan Rahman-Rahim.

“Tapi Alhamdulillah, hari ini, kami menerima bantuan dana langsung dari kedermawanan warga melalui perwakilan ibu-ibu PKK dan Kelurahan sekitar Rp 25 juta. Mudah-mudahan bisa sedikit menjadi tabungan kami untuk bisa mengoperasi Rahman-Rahim,” beber Romi.

Terpisah, Ketua PKK Kelurahan Bintara Jaya, Saidah mengatakan, mengetahui salah satu warganya yang melahirkan anak kembar siam, pihaknya pun langsung mengerahkan para kader PKK untuk pengumpulan dana bantuan untuk pasangan Ika dan Romi.

“Alhamdulillah, berkat bantuan dan dukungan para kader PKK, dalam kurun waktu satu minggu, kami berhasil mengumpulkan sekitar Rp 25 juta dari seluruh warga Kelurahan Bintara Jaya yang langsung kami berikan kepada orangtua Rahman-Rahim,”

Dirinya pun berharap, dengan adanya pemberitaan ini bisa memancing para donatur khususnya pemerintah kota bekasi, untuk melihat kondisi yang sesungguhnya bayi kembar siam ini

“Kami berharap, selanjutnya ada lagi para donatur yang bisa memberikan bantuan maksimal kepada Rahman-Rahim untuk melakukan operasi pemisahan tubuh. Kami juga sudah menginformasikan kepada Pemerintah Kota Bekasi dan dinas terkait perihal kondisi warga kami ini,” pungkas Saidah dalam kesempatan yang sama. (GL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed